Ada Apa Dengan makanan bebas gluten?

Wednesday, May 31st 2017. | KESEHATAN

Jika anda berkunjung ke toko kelontong di seluruh Amerika Serikat, Anda akan menemukan ribuan produk berbeda yang berjejer di rak. Namun di antara banyak kaleng, tas, dan kotak makanan, sebuah kesamaan yang menarik dan relatif bermunculan. Saat ini, banyak dari produk ini memiliki kata-kata “bebas gluten” yang terpampang di label mereka. Jika nampaknya setiap ada teman, anggota keluarga, atau rekan kerja anda mengomsumsi yang bebas gluten, kecurigaan anda benar.

makanan bebas Gluten

Hampir 30 persen orang dewasa di Amerika Serikat – sekitar 70 juta orang – mengatakan bahwa mereka mencoba mengurangi gluten, menurut NDP Group, sebuah perusahaan survei konsumen. Pada 2016, penjualan makanan bebas gluten mencapai $ 1,3 miliar, meningkat 86 persen dari 2013. Dan diperkirakan di tahun 2020 nanti penjualan mencapai $ 7,6 miliar.

Diet berdasarkan kebutuhan atau ikut tren?

Tren makanan begitu meluas dengan istilah “gluten free” sekarang ini identik dengan kesehatan, menurut pakar nutrisi. Andrea Garber, PhD, adalah seorang profesor ilmu kesehatan anak-anak di Universitas California San Francisco (UCSF), dan ahli gizi utama di Program Gangguan Makan dan Obesitas Anak (WATCH) Program.
Dia mengatakan bahwa pilihan hanya mengonsumsi produk bebas gluten dapat didasarkan pada manfaat kesehatan yang dirasakan dan bukan karena kebutuhan medis. Hal ini bisa menempatkan kebiasaan tersebut ke dalam apa yang banyak di bidangnya disebut “efek halo”.

Sebuah studi baru mengungkapkan hal yang sama untuk memilih makanan olahan bebas gluten dibandingkan rekan-rekan mereka. Laporan tersebut dipresentasikan pada Kongres Tahunan ke-50 European Society for Pediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition awal bulan ini.

Studi ini membandingkan hampir 700 produk bebas gluten dan produk yang mengandung gluten. Para peneliti menemukan bahwa roti bebas gluten memiliki jumlah lipid dan lemak jenuh yang lebih tinggi sementara pasta bebas gluten memiliki kandungan protein dan gula lebih rendah.

Penulis mengatakan bahwa berlebihan dalam menyetok dapur anda dengan produk bebas gluten dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, terutama untuk anak-anak. Mereka menyebut obesitas sebagai perhatian nomor satu.

“Di mana nilai gizi dari produk bebas gluten sangatlah bervariasi dari kandungan yang mengandung gluten, seperti memiliki tingkat lemak jenuh yang lebih tinggi, pelabelannya perlu untuk menunjukkan secara jelas mengenai hal ini sehingga pasien, orang tua, dan perawat dapat mengambil keputusan yang tepat,” Demikian disampaikan oleh Dr Sandra Martínez-Barona, rekan peneliti utama dari Instituto de Investigación Sanitaria La Fe di Spanyol, dalam sebuah siaran pers.

Garber mengatakan bahwa penelitian ini adalah contoh bagus betapa membingungkannya makan sehat diproduksi. “Banyak orang membutuhkan makanan bebas gluten karena penyakit,” katanya. “Tapi jika anda tidak sakit dan memakan makanan bebas gluten, anda mungkin akan merusak kesehatan anda sendiri.”

Banyak pilihan bebas gluten sekarang
Penyakit autoimun berarti tubuh Anda tidak dapat mencerna protein yang ditemukan dalam produk gandum. Mengonsumsi makanan bebas gluten bisa menyebabkan kerusakan serius pada usus kecil Anda. Selama beberapa dekade, mengkonsumsi makanan bebas gluten merupakan diet yang menantang untuk dipertahankan. Diperlukan disiplin dan perencanaan seputar makanan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, makanan olahan biasanya mengandung gluten telah diformulasi kembali untuk menghilangkan protein gandumnya.

Konsumen ditawarkan beberapa produk makanan seperti roti , kue kering, pasta, dan sereal bebas gluten yang saat ini beredar di pasaran. Sebagian besar produk ini secara historis dibuat dari gandum, jadi pilihan bebas gluten dibolehkan bagi mereka yang tidak dapat mencerna proteinnya. Tapi istilah itu juga bermunculan dalam segala hal mulai dari saus salad berbasis minyak hingga permen. Bahkan minuman ringan tertentu juga.

“Jumlah orang yang memiliki sensitivitas gluten telah meningkat secara dramatis,” kata Garber. “Sehingga, ini adalah badai sempurna yang telah menciptakan peluang marketing yang sangat menjanjikan.”

Apakah makanan bebas gluten lebih sehat?

Tapi seiring tren makanan ini terus berlanjut, orang harus sadar bahwa melepas gluten bukanlah pilihan terbaik untuk makanan sehat, kata Kristin Kirkpatrick, MS, RD, LD, manajer kesehatan di Cleveland Clinic Wellness Institute. “Masyarakat tidak diedukasi” katanya.

Makanan olahan yang diklaim bebas dari gluten menyertakan bahan lain yang ditambahkan untuk mengimbangi rasa yang hilang. Healthline mensurvei daftar bahan pada kemasan sandwich putih biasa dan roti sandwich bebas gluten.

Roti biasa mencantumkan tepung, air, dan gula sebagai tiga bahan utama. Roti bebas gluten mencantumkan air, tepung tapioka, dan pati kentang sebagai tiga bahan teratas. Terlebih lagi, kandungan lemak, gula, dan garam dalam roti bebas gluten sedikit lebih tinggi dari roti biasa.

Kirkpatrick mengatakan untuk orang-orang yang ingin bebas gluten, jauh lebih baik memilih biji-bijian yang tidak terbuat dari gandum, bukan makanan olahan yang terbuat dari gandum tapi glutennya dihilangkan.

tags: , ,