‘Robocob’ Pertama Dubai Mulai Berpatroli di Jalan

Tuesday, May 30th 2017. | MILITER, SAINS

Teknologi Terbaru Polisi robot pertama di dunia telah resmi bergabung dengan kepolisian Dubai. Meskipun bukan Robocop dari yang di film, para polisi di Uni Emirat Arab mungkin ingin membiasakan diri dulu dengan robot tersebut, karena kemungkinan robot ini secepatnya akan diperbanyak sejumlah seperempat dari total polisi yang ada.

robocop Dubai

Robocop otonom tersebut masuk tugas pada hari Minggu dengan menyapa tamu dan berpatroli di aula Pameran dan Konferensi Keamanan Informasi Teluk selama tiga hari (GISEC). Rencananya si robot akan berada di beberapa jalan area terkenal di Dubai saat pameran berakhir pada Selasa malam.

“Dengan tujuan untuk membantu orang-orang di mal atau di jalanan, Robocop adalah tambahan personel cerdas di kepolisian dan telah dirancang untuk membantu kita memerangi kejahatan, menjaga kota tetap aman dan meningkatkan tingkat kebahagiaan,” kata Brigadir- Jenderal Khalid Nasser Al Razzouqi, Direktur Jenderal Pelayanan Cerdas dengan Kepolisian Dubai. “Dia bisa ngobrol, berinteraksi, menanggapi pertanyaan publik, berjabat tangan dan memberi hormat militer,” tambahnya.

Robot modern ini ketika berdiri tegak memiliki ukuran setinggi 5 kaki 5 inci (1,7 meter) dan beratnya mencapai 100kg, Robocop dapat membaca ekspresi wajah seseorang dan bereaksi dalam enam bahasa. Ia juga dapat mengirim dan menerima pesan dari polisi, dan memiliki tablet built-in yang dapat digunakan untuk membayar denda dan melaporkan kejahatan.

Cyborg ini adalah yang pertama yang akan bergabung di garis depan jika pejabat menginginkan untuk mencapai target ambisius mereka yaitu merekrut 25 persen kepolisian dengan mesin pada tahun 2030. “Peluncuran Robocop operasional pertama di dunia merupakan tonggak sejarah yang signifikan bagi Dubai dan sebuah langkah untuk mewujudkan visi Dubai yaitu menjadi pemimpin global yang mengadopsi teknologi kota cerdas,” kata Brigadir Jenderal Razzouqi.

Model-model tersebut, yang pertama kali diresmikan di Pameran Teknologi Informasi Teluk (GITEX) pada tahun 2015, yang merupakan bagian pusat dari rencana Dubai untuk menciptakan sebuah kota yang menghasilkan setengah dari kekuatan keamanannya sendiri. Rencana ambisius kekuatan-mandiri tersebut menuntut penerapan mekanisme polisi cerdas, yang mencakup kantor polisi yang sepenuhnya diawaki oleh robot.

tags: , , ,