Pesan Ahli, Jangan Berikan Jus Buah untuk Anak di Bawah Satu Tahun

Tuesday, May 30th 2017. | KESEHATAN

Ini tampaknya nyaman dan relatif tidak berbahaya. Anda menaruh jus buah dalam cangkir dot, dan melarutkannya dengan air. Kemudian, Anda memberikannya kepada bayi anda saat mereka duduk di kursi atau merangkak di lantai. Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) menginformasikan kepada orang tua untuk tidak melakukan hal tersebut dan lebih baik membuang botol dot tersebut di tempat sampah.

stop dot pada anak

Sebuah pedoman baru yang diterbitkan oleh jurnal ilmu kesehatan anak-anak edisi Juni mengatakan bahwa Ini merupakan sebuah perubahan pertama terkait dalam rekomendasi jus buah AAP sejak tahun 2001. Sejak saat itu, organisasi tersebut merekomendasikan agar tidak lagi memberikan jus buah untuk anak di bawah usia 6 bulan.

Sekarang, kelompok tersebut mengatakan tidak ada lagi jus buah untuk anak di bawah usia 1 tahun dan merekomendasikan batasan ketat pada cairan manis untuk anak-anak sampai usia 18 tahun. “Orangtua mungkin menganggap jus buah itu sehat, tapi ini bukan pengganti buah segar yang baik dan hanya mengandung gula dan kalori lebih banyak,”Dr. Melvin B. Heyman, MPH, FAAP, seorang profesor Ilmu Kesehatan Anak di University of California San Francisco (UCSF), dan rekan penulis pedoman tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Sedikit jus buah baik untuk anak-anak yang lebih tua tapi sangat tidak baik untuk anak di bawah 1.”

Apa yang dikatakan oleh panduan ini? Panduan AAP baru cukup spesifik.

  • Mereka tidak merekomendasikan jus buah untuk anak di bawah usia 1 tahun.
  • Untuk balita usia 1 sampai 3 tahun, mereka menyarankan maksimal empat ons jus per hari.
  • Untuk anak-anak 4 sampai 6, mereka merekomendasikan empat sampai enam ons per hari.
  • Dan untuk anak-anak berusia 7 sampai 18 tahun, mereka mengatakan delapan ons per hari.
  • Mereka juga merekomendasikan agar tidak ada anak dari usia berapa pun yang diberi jus dalam botol atau cangkir dot. Alasan pada panduannya sederhana.

Dokter anak mengatakan bahwa jus buah tikak hanya memiliki sedikit nilai gizi, tetapi juga mengandung kadar kalori dan gula yang tinggi dan juga tidak mengandung serat, tidak seperti buah segar. Selain itu, jus buah dapat menyebabkan masalah gigi jika seorang anak mengkonsumsinya terlalu banyak, atau meminumnya dari botol atau dot.

“Kami tahu bahwa jus buah yang berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan dan kerusakan gigi. ” Dr. Steven A. Abrams, FAAP, ketua Dokter Anak di Dell Medical School di University of Texas di Austin, dan rekan menulisnya mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Dokter anak memiliki banyak informasi untuk dibagikan dengan keluarga tentang bagaimana memberikan buah segar yang seimbang dalam makanan anak mereka.”

Saran untuk orang tua
Katie Ferraro adalah ibu dari lima anak kecil. Dia juga seorang pakar diet dan asisten profesor klinis di University of California San Francisco. Menurutnya, panduan AAP sangatlah tepat. Khususnya, dia menyukai betapa spesifik rekomendasi tersebut. “Tidak ada area abu-abu di sini bagi orang tua,” kata Ferraro. Ferraro setuju dengan AAP bahwa jus buah tidak mengandung serat dan melainkan mengandung gula dan kalori.

Dia mendesak orang tua yang memiliki anak untuk meminta anak mereka untuk memakan buah segar seperti jeruk, pisang, dan apel daripada minum jus manis. “Kami ingin orang-orang dari segala umur memakan buahnya, tidak meminumnya,” katanya. Ferraro mengatakan bahwa susu dan air adalah pilihan yang jauh lebih baik untuk memuaskan dahaga anak. Ferraro juga mengatakan bahwa minum jus buah bisa mendorong anak kecil untuk mengembangkan kebiasaan buruk. “Ini bisa menyebabkan mereka menjadi tertarik pada permen,” ujarnya.

tags: , ,